Kamis, 06 Oktober 2016

CHAPTER 1

 “Hari ini ada PR Matematika?! Aduh, gw lupa lagi gimana nih?” Teriak gw. Selembar demi lembar gw buka secara cepat. Hari ini ada pr matematika dan untuk yang kesekian kalinya gw lupa mengerjakannya.
Woles aja kali, palingan gurunya gak meriksa” Kata Riyana dengan tenang sambil membuka buku tulisnya yang masih kosong itu.

Tak lama kemudian, gurunya pun datang.

Sip, “gw bakal di luar lagi” batin gw

Assalamualaikum anak-anak
Waalaikumsalam bu
Mohon prnya dikumpulkan

Hampir semua murid mengumpulkan pr-nya, kecuali gw dan beberapa teman-teman gw.

Gw angkat tangan.

Bu, yang gak ngerjain gimana?”
Kerjain pr-nya diluar!” jawabnya tenang tapi pandangannya menusuk.

Dengan langkah gontai, gw keluar kelas dan duduk di dekat tembok kelas luar. Gw membuka buku dan menatap langit.

Gw sebenarnya bisa mengerjakan semua ini, hanya saja kemalasan gw membuat gw gak mengijinkan untuk mengerjakan pr super gampang ini.

Pemandangan di luar sangat sepi, hanya ada beberapa anak yang bermain bola basket dan duduk di selasar kelas. Dan gw sendirian.

Gw menatap sekeliling, gw hanya bisa melihat seorang guru yang duduk di kursi santainya sambil memakai kaca mata hitamnya. Disampingnya, duduk seorang murid dengan berparas sangat cool. Gw tau dia. Dia adalah salah satu anggota tim basket di sekolah gw. Seperti yang kalian bayangkan tentang anak basket, ia memiliki badan yang cukup tinggi, hidung mancung, kulit putih, dan perawakannya yang agak misterus. Dan gw ngerasa, itu cukup MENARIK.

Cukup lama gw memperhatikan dia dan tiba-tiba dia berpaling ke arah gw, seolah-olah dia tau gw sedang memperhatikannya.

Saat pelajaran matematika selesai dan hukuman gw telah habis, gw masuk dan membuka buku untuk pelajaran selanjutnya. Seperti rutiitas biasanya di sekolah kami, siswa yang kelasnya sedang jamkos (jam kosong) biasanya akan membawa kantong amal dan berkeliling ke satu sekolah sambit meminta amal seikhlasnya. Waktu itu sedang pelajaran IPS, pelajaran yang super duper membosankan. Gw membayangkan apa kegunaan ekonomi, geografi, sosiologi, sejarah di masa depan gw nanti. Apakah saat gw di-interview pekerjaan gww akan ditanya “Kapan Ibu Kartini lahir?” I dont think so.

Seseorang yang meminta amal datang. Gw cukup lega karena gw tidak harus duduk 1 jam berhadapan dengan pelajaran membosankan ini.
Assalamualaikum, tromol (amal)!”
Seorang siswa masuk ke kelas kami, dia adik kelas. Setidaknya, gw bisa menunjukkan wajah senioritas gw ke meraka. Ketika salah seorang siswa lain masuk dan membawa kantong amal masuk. Gw kaget.

Wait! He’s Him! Dia orang yang gw liatin dari tadi. Doi berjalan ke arah gw dan gw memberikan uang dan dia berjalan menjauh.

Lo tau siapa namanya?”
yang bawa kantong amal itu? Namanya Ivan”

Ivan, nama itu sudah tertempel di otak gw.

Istirahat pun datng. Gw keluar kelas dengan wajah setengah mengantuk.

Keadaan sekolah saat itu sangat ramai. Siswa-siswi berjalan kesana kemari bersama teman-temannya. Ada yang sekedar duduk di selasar kelas dan pendopo, dan sebagian yang lain bermain basket dan futsal di lapangan.

Hari itu berjalan seperti biasanya, tidak ada yang istimewa. Gw memutuskan unutk duduk di bangku selasar kelas. Merenungkan sesuatu.

Apa yang gw cari sebenarnya disini? Apa yang mengganjal di hati gw? Pertanyaan itu selalu terlontar setiap saat di hati gw. Gw memperhatikan sekitar. Ada beberapa orang yang membentuk kelompok, mereka membicarakan tentang kpop dan semacamnya. Di lapangan, ada beberapa anak laki-laki dan satu perempuan bergantian merebut bola untuk memasukannya ke dalam ring. Sebagian dari mereka kembali duduk di bawah pohon rindang dan duduk di samping coach mereka. Di selasar kelas, ada beberapa pasangan yang menjalin hubungan pacaran sedang mengobrol serius, terkadang mereka tertawa, terkadang mereka kembali diam dengan nyaman ketika sang cowok sedang membicarakan sesuatu.

Dan gw disini, sendiri.

Gw adalah orang yang cukup introvert, merasa bicara banyak adalah sesuatu yang dianggap tidak perlu. Beberapa dari mereka mungkin menganggap gw culun. Cuman anak cewek yang ngerem di bangkunya sambil membaca novel atau komik dan tidak melakukan apa-apa selain itu.

Bisa dibilang gw cukup pinter. Bukannya gw sombong, tetapi gelar 1-5 besar sudah biasa gw raih di setiap semester. Gw punya temen, gak banyak, tapi cukup menyenangkan buat gw. Lalu, apa lagi yang gw cari?

Cinta?

Cinta atau semacamnya sudah sering gw temui di novel yang gw baca. Beberapa film dan lagu juga biasanya menggambarkan tentang cinta. Isinya pun juga gw ngerti dan paham. Tapi masalahnya, gw belum ngerasain cinta, ke lawan jenis. Atau biasa sering disebut…..


Cinta Masa Sekolah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar